image

Aku sudah lelah mendengar pertanyaan mereka, menjawabnya satu persatu. Mengulanginya hampir tiap kali datang ke dunia baru. Mungkin aku harus menulis buku biografi sekarang. Memaksa para penanya itu membeli bukuku, menambah pundi uangku sekaligus menyelesaikan masalah pertanyaan itu atau malah akan menambah deretan para dermawan yang ingin menanggung biayanya,bahkan bisa jadi menambah keraguan mereka akibat alasan penolakan penolakanku sebelumnya bisa puas kuungkapkan. Aku bukannya tidak mau, aku hanya lelah. Aku pun tak memahami kelelahan ini, sejauh ini aku tidak melakukan apapun, ibuku yang selalu mengurus semuanya, ibuku yg menyeleksi dan memilih satu satu dari puluhan cara yang ditawarkan sana sini. Sampai sebesar ini pun aku masih pasrah, meniru ayahku mungkin, bermalas-malasan untuk berangkat ke tempat satu ke tempat lain, belum lagi teganya aku marah dan merengek pada ibu. Merusak banyak rencananya, meski akhirnya aku kalah dan pasrah saja dengan pilihan yang sudah diputuskan akibat ketakutan saat ibuku mulai marah, mungkin juga aku masih memiliki batas ambang tega yang rendah, aku seringkali memilih menenangkan suasana sementara,dan mengulangi penolakan-penolakan sejenis atas usaha yang tak jauh berbeda dari sebelumnya hingga saat ini.Ya, aku masih terlalu egois,kekanak kanakan atau apalah kalian menyebutnya tapi aku tak bisakah kalian diam? Aku hanya ingin melupakan masalah itu, menjadikannya bukan masalah, menganggapnya tidak pernah terjadi, menjalani hari dengan normal,dengan biasa saja.
Mereka terlalu bising, dengungannya melengking di telingaku. Pandangan mata mereka pun menyilaukan nan tajam seperti elang mengancam mangsanya.

Advertisements