Malam ini ternyata lebih malam dari yang kuduga, tapi terangnya tetap saja sama. Aku mendongak ke langit, tak ada bulan disana hanya awan tanpa bintang. Kami menggilas jalanan halus, hitamnya yang sempurna dihiasi garis garis putih yang sungguh kontras. Dari atas terlihat jajaran lampu lampu ditengah kegelapan. Udara dingin kian terasa,dan kehangatan keluarga ini tetap saja sama. Perjalanan yang panjang untuk suatu bukti akan kebanggaan, meski tak terbukti seluruhnya, tapi bangga itu ada, menempel di sudut ruang hati ratusan kepala yang tegap berdiri, berteriak dengan lantang. Jiwa jiwa ini selalu bangga,selalu mencintai miliknya,entah baik buruknya dunia mereka,karena jiwa jiwa ini masih kecil masih lemah masih terbata-bata dalam melangkah dan berbicara, dan suatu saat ketika jiwa ini telah dewasa maka mereka sendirilah yang akan membuat dunia mereka menjadi seperti apa yang mereka inginkan, menjadi seperti apa yang kita harapkan.

Selepas dari Malang,
Surabaya,23 November 2014

Advertisements