image

Jika saya ada diantara sekian banyak orang, mata anda pasti akan dengan mudah menemukan saya. Saya berbeda dari orang lain tapi saya sama dengan anda, manusia biasa. Saya mudah bosan, sehingga saya selalu ingin mencari yang baru meski seringkali saya takut untuk memulai. Saya tak pandai bicara tapi suka bermain kata. Saya kadang terlalu malas, tapi berusaha rajin dalam mengemban amanah. Saya kadang bersedih tapi saya selalu menemukan kebahagian disela-sela kesulitan.
Saya selalu beruntung karena dipertemukan dengan sahabat disetiap jenjang belajar, membuatku lebih percaya diri dalam melangkah. Dan sekali lagi tahun ini mereka menyapa di pagi hari, meski memang sudah tak lagi mengejutkan. Mereka yang kini kian menambah sejuta warna dengan perhitungan yang lebih dewasa. Dan aku kembali merindukan sahabat yang lain, mereka yang telah menorehkan warna sebelumnya, menorehkan warna dengan begitu unik. Mereka selalu menorehkan warna dalam dinding putih, mengindahkan hidup ini.
Namun entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa berada dalam ketakutan, bagai dikejar oleh angan kematian. Saya merasa mungkin sebentar lagi malaikat izrail akan menjemput saya. Saya begitu takut, masih banyak hutang yang belum terbayar, banyak kesalahan yang belum saya perbaiki, banyak dosa yang rasanya sulit terampuni. Saya begitu takut akan segala nikmat dan kebahagiaan hidup ini, takut bahwa Allah membalas kebaikan saya hanya dengan dunia, takut jikalau saya tak dapat mengecap nikmat surga. Tapi saya tahu mungkin Allah kembali memperingatkan saya, mengingatkan saya untuk tak mengulang kesalahan yang sama, menegur atas ibadah yang tak istiqomah, menyapa hamba-Nya dengan cara yang indah.
Ya Allah hamba tahu bahwa waktuku tak lama, maka mohon jaga hamba dalam iman Islam, jadikan umur hamba waktu yang barakah. Ya Allah panjangkan umur hamba jika itu yang terbaik dan pendekkan umur hamba jika memang itu yang terbaik.

Surabaya, 21 Februari 2015.

Advertisements