ef48140c2a311d294371245065d0f6e1

Hai kawan apa kabar? Semoga engkau selalu berada dalam syukur atas nikmat-Nya. Kawan, mungkin tak setiap hari kita berjumpa tapi kita masih berada di tempat yang sama. Kawan, waktu kita bersama sudah tak lama lagi, dua tahun begitu cepat terlewati dan dua tahun lagi kita mungkin tak lagi berada di tempat yang sama. Kawan terima kasih karena kalian turut mengisi hariku, terima kasih karena suara kalian menambah senandung yang kudengar, terima kasih karena telinga kalian turut mendengar ceritaku, terima kasih karena tangan kalian menjadi uluran bantuanku, terima kasih hati kalian rela menjadi temanku. Kawan, aku merindukan saat ketika kita semua berkumpul, bukan karena bahasannya tapi rasa ketika memandang wajah kalian, ketika mendengar argumen kalian, ketika melihat ke hati kalian. Kawan, aku hanya berharap bahwa kita tetap seperti dulu, sebuah keluarga, tetap menyapa dan terus peduli. Sekali lagi terima kasih kawan, karena kalian sungguh baik padaku dan maaf bahwa aku tak mampu membalas kalian dengan layak. Kawan, kita bukan sekedar teman karena aku memilih kalian sebagai keluarga. Kawan, sungguh satu dari kita begitu berharga, orang-orang yang menyebut dirinya sebagai sebongkah berlian, yang kini butirannya sedang ditempa, tengah melalui perubahan suhu dan tekanan yang begitu hebatnya, karena kita hanya sedang menunggu waktu menjadi sebuah permata.

Surabaya, 21 Februari 2015.

Advertisements