IMG-20150314-WA0004

Kulihat ia kini telah layu, mahkotanya tak lagi bersinar, kelopaknya tak lagi segar, bahkan batangnya terkulai lemas. Mawar merahku persis hari ini telah layu, menyisakan mahkota hitam yang terlalu rapuh untuk disentuh. Hidupnya sudah terlalu panjang,malah lebih panjang dari yang kuperkirakan. Dari butir yang tak kukenal hingga kuntum yang mengagumkan. Ia tak ada, entah memang tak ada atau tak terlihat. lalu tiba tiba muncul yang berawal sebuah titik yang amat kecil yang terus tumbuh hingga kita mengenal istilah tunas yang tak ada artinya yang mudah saja terinjak,yang mudah mati karena gaya yang tak seberapa. Tapi ia sungguh kuat untuk hal sekecil itu karena angin begitu kencang disini kadang hujan pun terlalu deras dan matahari terlalu panas, akarnya berpegang erat. Ia mampu bertahan, tumbuh subur dan mulai besar, tapi saat itu ia begitu menakutkan, durinya tajam seringkali melukai, meski begitu hanya sebagian yang mengenalinya ia tak berbeda dari tanaman lain hanya segerombolan rangkaian akar batang dan daun. Cukup lama ia tumbuh meninggi, menambah cabang dan daunnya, lalu ia menunjukkan dirinya, kuncup bunga muncul di puncak rantingnya, satu namun sungguh menawan dan beberapa hari lalu ia mekar sempurna, dengan akarnya yang benar-benar kuat, batang tegak dan kokoh serta cabang-cabang tertingginya.Memperkenalkan diri pada seluruh pecintanya dengan begitu cantik dan elegan.Semua orang kini telah mengenalnya, berebut memiliki, dan memetiknya. Ia begitu pemilih, mudah saja menyerang siapa yang serakah dengan duri tertajamnya dan ketika aku datang ia menyambutku memilihku sebagai pemiliknya. Tak lama memang dan aku tahu itu,tapi Tuhan memberiku waktu yang sungguh lebih panjang dari yang kuduga, ak masih memilikinya sampai hari ini dan melihatnya ketika ia kini telah mati. Sungguh proses itu panjang dan melelahkan, lalu hasilnya hanya sekedipan mata, jika sudah mati lalu apa? Semua akan benar-benar lama, bahkan kau tak bisa membayangkannya.

19 Maret 2015
untuk kita, untuk pertiwi.
terispirasi dari sekuntum mawar merah Wisuda 111 ITS

Advertisements