image

Setiap orang bisa menulis tapi tak semua orang menyukainya, terlebih mereka yang belum bisa menulis,para anak yang tangannya belum kuat. Tapi kita telah dewasa, tangan kita mestinya sudah kuat. Tapi banyak dari kita yang begitu lemah untuk sekedar menulis padahal dengan menulis kita tak perlu kelelahan berbicara pada setiap orang. Dan tangan saya pun masih lemah, entah apa otak dan hati saya yang tak seberapa hebat. Saya percaya bahwa segalanya diikat dengan tulisan, bahwa ilmu tak mudah menguap jika ia ditulis, segala hal hebat diakui ketika ditulis dan ketika tulisan itu dibaca oleh banyak orang maka kehebatan penulis bisa menghebatkan para pembacanya. Saya tak ingin jadi orang hebat tapi saya hanya ingin menghebatkan orang disekitar saya. Banyak pula orang yang pandai bicara sekarang ini, menyampaikan pendapat begitu menggebu menambahkan bumbu agar lebih menarik dan berpengaruh. Hebat memang orang orang seperti itu, mampu menyampaikan isi kepalanya degan baik, tapi ada pula yang tak sepandai itu maka menulis hanyalah satu-satunya jalan keluar, lebih jujur, lebih objektif, dan menyentuh hati melalui tulisan rasanya memang lebih sulit karena kita tak bisa menatap mata lawan kita secara langsung dan mensugestinya. Saya tak pandai bicara tapi saya suka bermain kata, memainkan jemari diatas kertas atau layar ponsel kecil ini. Saya suka menulis, menikmatinya sebagai sebuah wujud isi hati, karena satu-satunya hal konkret dan otentik dari hati adalah tulisan. Saya yakin bahwa apapun wujud tulisan kita itu berharga, bahkan coretan kata yang saya buat di balik soal kuis kemarin mungkin bisa jadi berharga. Saya seringkali berangan mewujudkan salah satu impian saya, menjadi penulis, melahirkan satu buku yang kemudian mengubah banyak orang ketika saya hanya diam. Berbuat hal kecil yang kemudian besar efeknya bagi orang lain. Maka dari sini saya ingin memulainya, meningkatkan minat tulis manusia-manusia yang bernafas di sekitar saya, membuat mereka tak hanya terkungkung dalam catatan kuliah, saya ingin menjadi bagian kecil dari para pengubah kehidupan, para manusia dengan otak cerdas yang mungkin suatu hari namanya akan begitu dikenal. Karena menulis itu sebenarnya mudah saja, membiarkan hati kita berbicara, otak kita berjalan dan jemari yang menari meski lelah namun bahagia. Bahkan seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis.
Surabaya,21 Maret 2015

Advertisements