image

Mungkin ini sudah keseribu kalinya aku melewati jalan ini. Namun hanya beberapa kali saja aku melewatinya disaat malam seperti ini. Ketika tak ada lagi sinar matahari, ketika dedaunan berubah gelap.
Jalan ini masih sama, terasa begitu biasa, tak panjang juga tak terjal namun seringkali ia membisikkan suatu kisah padaku.
Dari kejauhan aku memandang jajaran lampu jalan yang berdiri rapi, sinarnya kecil tapi sungguh menerangi.
Rasanya aku ingin berteriak melepas isi hati biar jalan ini bisa mendengar kisahku, berteriak lantang “aku jatuh cinta”. Ya aku sungguh jatuh cinta pada sebuah sinar kecil yang tak kentara, pada cahaya yang tak seterang matahari, pada suatu yg lemah namun temaram penuh arti.
Jajaran lampu itu sungguh indah dari kejauhan, namun sebenarnya bias sinarnya hanya sejauh ini. Manusia selalu seperti itu menemukan keindahan dari kejauhan, namun ketika berjalan mendekat selalu saja terlihat satu celah keburukan bahwa sesungguhnya sinar lampu ini redup tak menyinari. Ya,memang ia tak sempurna karena tak ada yang sempurna,tapi aku selalu seperti itu, jatuh pada hal-hal kecil yang tak terlihat, yang mungkin hanya dilewati begitu saja oleh kebanyakan orang, tapi aku tersandung disana, jatuh, bahkan terperosok dalam.

Surabaya, 21 Mei 2015

Advertisements