image

“Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu. Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya”
Petikan gitar membuat hati turut bergetar,”berdebar-debar” kata temanku. Malam ini dibawah bulan yang tak utuh, langit cerah hitam kelam tanpa awan, satu dua bintang terlihat bersinar, bayang-bayang pohon besar yang rantingnya melambai disentuh angin. Cahaya lilin menerangi tanah yang kami injak, tanah yang sudah akrab dengan kaki ini.
Air mata mengalir entah mengapa, padahal aku tak akrab dengan mereka, tak pernah makan semeja atau mendengar cerita mereka. hanya sesekali duduk bersama dan menikmati udara bersama. Entah mengapa, hati ini ikut sesak, turut merasa kehilangan padahal tak pernah menggantungkan diri pada mereka, tak pernah bekerja sama dengan mereka hanya kami melewati masa perjuangan  bersama. Mungkin hal-hal sederhana seperti itu tak layak diremehkan, tak pantas diawali kata ‘hanya’, terbukti efeknya sedalam ini.
Bertubi-tubi kata terima kasih keluar dari mulut mereka, seakan tak ada habis,”gak akan selesai malam ini” kata Maryo. Bukti bahwa dua tahun ini penuh kebaikan, penuh kebahagiaan dibalik segala masalah.
Untuk para pencetak sejarah dari pulau seberang, kalian sudah membuktikan bahwa kalian adalah jiwa pejuang, manusia penuh karya, maka teruslah berbuat, terus berkontribusi. Semoga Tuhan mempertemukan kita kembali di hari yang indah. Kalian terbaik.

image

Untuk teman CEITS2013 dari ITK
Maryo, Bran, Albert, Hasby, Rima & Andri.
Surabaya, 29 Mei 2015

Advertisements