image
Dept.Media LDJ Al-Hadiid ITS

Aku buka pintu kamarku. Tak ada satu detik setelahnya aku sudah berada diatas tempat tidur. Nafasku sedikit memburu, empat luka lebam membiru di kakiku. Dengan menahan rasa sakit aku kembali berdiri demi segelas air yang mungkin bisa menenangkan. Agak terpincang ditambah lompatan kecil dengan mengandalkan kaki kiri sebagai tumpuan. Beberapa teguk maka segelas air

200ml sudah menghilang dari permukaan. Air selalu terasa menyegarkan seperti melunturkan kelelahan yang menjelaga.
Aku bertanya apa air ini tak lelah juga? Ia selalu berpindah tempat, terombang-ambing, terhempas kesana kemari. Ia tak pernah bersuara bahkan ia malah membantu banyak nyawa. Ia memang selalu diam, tapi sungguh ia juga bisa merasakan. Kadang kala ia begitu sempurna, berteman baik dengan semua benda, namun kadang ia begitu keji, menjadi musuh bahkan untuk udara yang mengisinya. Tapi semua tergantung padaku, bagaimana aku memperlakukannya. Bahkan jika aku lelah, sesungguhnya ia lebih lelah. Maka kuteguk segelas ia dengan mengucap nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang agar ia tak diam tertahan tapi mengalir jernih atas Kuasa-Nya.

5 November 2014

Advertisements