Search

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

Month

July 2015

Menang

Anda pernah menang? Mungkin pernah, tapi tak selalu kan?
Anda pernah kalah? Pasti sering, lebih sering daripada jumlah kemenangan anda.
Atau anda pernah hampir menang tapi terkalahkan di akhir perjuangan?
Itulah perjuangan, untuk menang harus berani berkompetisi, lawan sana lawan sini.
Aku lelah dengan kekalahan, tapi untuk menang kita butuh belajar dari kekalahan.
Dan tahukah anda kompetisi terberat dalam hidup ini? Perjuangan terberat adalah menang melawan diri anda sendiri. Semoga kita mampu meraih kemenangan yang haq.

Nganjuk, 22 Juli 2015

Advertisements

Menu Berbuka Hari Ini

Sudah pukul 17.30, masjid di depan rumah baru saja menggemakan adzan magrib, tanda waktunya berbuka puasa. Aku dan ibu bergegas ke meja makan. Aku meneguk beberapa kali es markisa buatanku yang buahnya kupetik kemarin, lalu kulahap satu pisang goreng yang masih hangat pun buatanku sendiri. Hari ini memang semua yang ada di meja adalah masakanku karena ibuku yang seharian sibuk mencari tambahan rejeki. Ah, rasanya begitu kenyang hanya dengan makanan kecil ini, sungguh nikmat puasa. Seperti biasa aku tak langsung makan berat, tapi sholat magrib lebih dulu ditambah surat Al-Qamar untuk menenangkan hati. Aku kembali ke meja makan dan mendapati piring ibuku telah bersih. Menu kami hari ini sup, tahu goreng, dan istimewanya ada krupuk puli hari ini. Baru dua suapan nasi yang kumakan, tiba-tiba saja aku teringat pada beberapa tahun lalu.
Continue reading “Menu Berbuka Hari Ini”

Hai Ramadhan!

Hai Ramadhan! Apa kabar? Aku tahu kau begitu indah, karena itu semua orang menyukaimu. Tapi Ramadhan, aku ingin mengungkapkan isi hatiku tentangmu, semoga kau tak membenciku.
Ramadhan, sebenarnya aku benci ketika engkau datang karena ketika kau baru saja akan menyapa aku teringat akan dosa-dosa yang telah kulakukan, akan aib-aib yang dengan Kuasa-Nya masih rapi tertutupi.
Ramadhan, aku benci ketika engkau datang karena hanya saat kau menemaniku semangat beribadah begitu menggebu, tak seperti bulan-bulan lalu yang naik turun dan terbolak-balik.
Ramadhan, aku benci ketika engkau datang karena aku tak mampu melayanimu dengan baik, dan tak membaik di tahun ini.
Ramadhan, aku benci ketika engkau datang karena kau selalu saja begitu cepat pergi lagi, lebih cepat dari bulan-bulan lain meski jumlah harimu sebenarnya sama saja.
Tapi Ramadhan, sesungguhnya aku tak benar-benar membencimu, aku lebih membenci sifat burukku sendiri. Aku yang kadang kala malas untuk membaca Al-Qur’an lebih banyak, malas untuk ke Masjid yang nyatanya begitu dekat, dan malas untuk sekedar menyentuh air wudhu sebelum sahur.
Ramadhan, kau selalu saja memberiku ketakutan, bagaimana jika aku tak melayanimu dengan baik maka aku tak mampu menyambutmu tahun depan?
Ramadhan terima kasih karena tahun ini engkau masih mau mampir ke hidupku, terima kasih karena telah mengajariku banyak hal, terima kasih karena kembali membuatku lebih baik.
Ya Allah, terima kasih karena Engkau memberikan Ramadhan bagi kami, hamba-hambaMu yang berlomba-lomba dalam kebaikan.

Nganjuk, 29 Juni 2015
dibuat untuk Ramadhan Project

Blog at WordPress.com.

Up ↑

AsalAsalArt

Asal gak asal-asalan

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

DESEMBER

Desember bagai peluru; kadang bising, kadang bisu.

Hanya Pelangi

bias warna Ilahi pada gerimis kehidupan

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Memorabilia

Kita tidak diberikan kekuasaan untuk mengabadikan segela sesuatu, tapi kita memiliki kemampuan untuk menata semua. Tidak apa meski tak selamanya.

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Tulisan, Pikiran, Simpanan.

Dari hati turun ke jari. Kadang lewat otak, lebih sering tidak.