image
Source: http://kurniawangunadi.tumblr.com

Suatu hari yang panas, Nasruddin berteduh di bawah naungan pohon kenari. Setelah beberapa saat, ia mulai melihat labu besar yang tumbuh di tanaman yang merambat dan kenari kecil yang tumbuh di pohon megah.”Kadang-kadang saya tidak bisa memahami jalan Allah!” Dia merenung, “Dia membiarkan kenari kecil tumbuh di begitu pohon yang besar dan labu pada tanaman merambat yang halus!”Saat itu juga ada kenari yang jatuh tepat di kepala botak Nasruddin. Dia bangkit sekaligus mengangkat tangan dan wajahnya menghadap ke langit, mengatakan:”Astaga! Maafkan saya mempertanyakan cara-Mu! Engkau maha bijaksana. Apa yang terjadi dengan saya sekarang, jika labu tumbuh di pohon!”
Source: http://www.ketawa.com/2015/06/11109-berteduh-di-bawah-pohon-kenari.html

Saya iseng mencari cerita humor sufi di internet, mengulang kebiasaan saya semasa kecil yang menyukai kisah abunawas. Di akhir cerita selalu ada yang menghentak, menghenyakkan kita untuk tersadar. Cerita yang baru saja kubaca mengajarkan bahwa Allah Maha Kuasa. Bahwa Tuhan selalu memiliki cara untuk mengajarkan kita suatu hal. Keputusan terakhir adalah cara apa yang dipilihkan-Nya untuk kita. Bahkan suatu pertemuan yang kita anggap kebetulan sesungguhnya adalah satu dari cara Tuhan, entah untuk apa kita tak selalu mengetahuinya. Tuhan pula yang memiliki segala cara untuk mendewasakan kita dengan mempertemukan kita dengan masalah yang tak pernah sama satu sama lain. Tuhan juga yang memiliki cara untuk mengakhiri semua cerita kita, entah menyenangkan atau menyedihkan. Dan cara yang dipilihkan Tuhan untuk kita adalah cermin dari diri kita sendiri dan itulah yang terbaik. Karena hidup kita layaknya humor sufi, dimana kesalahan yang ada ditertawakan lalu diubahnya jadi sebuah pelajaran.

Nganjuk, 29 Juli 2015

Advertisements