Aku ingin bercerita tentang mimpiku, mimpi yang disebut sebagai bunga tidur. Setiap manusia pasti pernah bermimpi, malah banyak yg mencari arti dari mimpi. Memang mimpi selalu berarti? Tak selalu bukan? Pernahkah anda mimpi dikejar setan? Saya pernah,dan rasanya banyak orang mengalaminya. Dalam mimpi itu aku berada di sebuah rumah tua bergaya joglo, aku berdiri tepat di tengah rumah, diantara tiang-tiang kayu jati yang menjulang tinggi. Tiba-tiba dibalik sekat ruang dalam rumah ada yg mengejarku, aku lari. Sekilas kutengok wajahnya merah menyeramkan. Badannya hitam dan besar. Anehnya aku baru saja berlari tapi sudah berpindah ke hutan yang berdekatan dengan area persawahan. Aku hanya berlari lalu tiba-tiba aku muncul lagi dirumah lalu kembali ke hutan lalu ke rumah lalu ke sawah lalu hutan lalu rumah, berputar tak jelas. Sampai yang mengejarku bertambah jumlah dan tampangnya. Hingga aku sadar aku tengah mimpi buruk, aku mencoba bangun. Tapi tak bisa mencoba membuka mata terasa berat. Bahkan sekedar menggerakkan jari sungguh kaku. Lalu aku berdoa dalam hati, hanya Syahadat, Al-Fatihah dan Istigfar yang kuulang. Lalu kupaksa membuka mata, aku terbangun. Kurasakan kaki dan tanganku. Allah menolongku, anak kecil yang kala itu berumur 6 tahun. Mimpi buruk anak kecil yang membuatnya bersemangat menghafal doa sebelum tidur.
Ketika sudah besar pun aku pernah mimpi buruk, tak separah itu memang tapi lagi-lagi mengingatkanku untuk mempersiapkan diri bahwa nyawaku tengah digenggam Tuhan.

Nganjuk,14 Agustus 2015

Advertisements