image

“Seharusnya kau bisa berdiri lebih kokoh nak” kata seorang sahabatku diujung lain pulau ini. Mungkin baginya ketika menulis itu hanyalah sekedar quote sederhana yang seringkali kita ucapkan satu sama lain. Dan sore ini quote yang ia tuliskan meski sederhana namun begitu tajam. Ah iya, mestinya aku jauh lebih kokoh, lebih kuat dari ini. Bagaimana bisa aku seperti ini, selama ini sok alim dan sok dewasa ketika sahabat berkisah tentangnya. Memberi nasihat dan berkisah indah, bahkan pernah menertawakan patah hatinya sahabat. Tapi aku sendiri nyatanya apa? Aku tak sekokoh itu. Aku tak sebaik itu. Hatiku tak lebih baik dari mereka. Layaknya omong kosong para pembual yang parau dan menyayat.
Surabaya, 26 Agustus 2015.

Advertisements