image

41:11. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.
41:12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Dalam sebuah perjalanan mataku selalu tertuju pada langit, entah itu pagi,siang, sore maupun malam hari.
Langit pagi adalah ketika matahari menyapa, ketika kita terhenyak dari tidur dan mendengar gema menara masjid. Aku bisa melihat garis jingga di samping rumahku, melihat garis-garis cahaya menembus sela ranting pohon. Ketika udara dingin mulai jadi hangat, ketika aku mulai bisa melihat rumput dibalik jendela kamarku. Langit pagi adalah semangat.
Langit siang begitu menyebalkan. Matahari selalu saja menyengat. Hanya sesekali saja ketika matahari tengah baik ia tak begitu terik atau ketika awan berjaya menghadang panasnya. Langit siang adalah perjuangan.
Langit sore begitu menyenangkan. matahari selalu ramah padaku, memberi kehangatan yang menyelimuti dengan mesra. Memberi wajah ufuk yang membekas. Ketika aku beranjak pulang dari segala rutinitas, ya selalu menyenangkan. Langit sore adalah kenyamanan
Tapi aku paling suka langit kala malam. Ketika langit hitam serempak, dengan bintang-bintang kecil, yang dulu selalu kunyanyikan. Langit dengan bintang penuh akan harapan, akan lantunan doa yang melambung ke angkasa dan dengkur manusia yang lelah akan harinya. Bintang menggantungkan berjuta asa dan cita, bahkan mitos bahwa manusia yang engkau sayang adalah bintang paling terang tampak seolah nyata. Aku tetap suka melihat langit malam meski tanpa bintang ia tetap terang karena rembulan selalu tampak seolah bersinar. Ia selalu memberi cerita, dari balik tubuh bulan aku menemukan berbagai kisah. Entah cerita masa lalu yang kembali teringat atau cerita esok hari yang penuh harapan. Bersamanya aku seringkali melamun, menerawang jauh dan memikirkan banyak hal. Bersama Langit malam aku tertawa dan menangis. Menutup mata dan hariku dengan angan akan esok hari, berharap bayang indah akan menemani. Langit malam adalah mimpi

Rumah, 21 Juni 2015

Advertisements