Search

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

Month

November 2015

Wanita yang Tengah Beranjak

Ada apa? Ada apa dengan kita? Wanita yang tengah beranjak dewasa. Yang kakinya telah tegak berpijak, namun kini hatinya mudah goyah, oleh prasangka dan dugaan sendiri. Ketika hanya bisa diam, hanya bisa memandang dari kejauhan, dan ketika telah dekat pun berlagak enggan.
Ada apa dengan kita? Wanita yang tengah beranjak dewasa. Yang seringkali iri pada masa kanak-kanak. Masa dimana kita mencari apapun dari segi jumlah, mencari yang banyak. Namun kini semua berbeda, wanita itu tengah mencari-cari yang terbaik, berhipotesa atas semua dugaan. Apa yg dipilihnya tak perlu banyak,biarlah sedikit asalkan yang terbaik. Mungkin hal itu pula yang terjadi pada hati.

Ah, ada apa dengan kita? Wanita yang kini telah beranjak dewasa.

Surabaya,27 November 2015

Advertisements

Karena Hujan telah Datang

image

Ketika hujan turun semalam, dan aku yang berteman dengan sehelai tikar, memandang langit-langit kamar berharap hujan turun dari sana bersama jawaban atas segala dugaan. Hujan itu adalah hujan ketiga di musim ini, ia belum lama datang dan entah kapan akan berhenti.
Kala hujan belum datang, aku hanya bisa melihat cahaya remang, kini setelah hujan datang cahayanya menjadi berbinar, cahaya yang menyela celah ranting dan dedaunan terlihat lebih anggun.
Kala hujan belum datang aku berteman dengan amarah yang mengotori lantai kamar dengan gerutu dan penat, kini setelah hujan datang airnya menyapu lantai kamarku membersihkannya dari kotoran, menyisakan aroma lumpur dan rumput di sepanjang jalan.
Karena hujan telah datang, aku bisa bersenang-senang, menari di antara butirnya yang berjatuhan. Karena hujan telah datang, tapi aku tak tahu kapan ia berhenti, maka biar saja kunikmati hujan-hujanan ini.

Surabaya, 27 Nobember 2015

Tuan Ketakutan

Semalam kucoba kembali menyusuri malam, menggelindingkan roda di atas jalanan hitam, dibawah langit hitam tanpa bintang. Meski malam telah datang tapi panasnya seakan masih siang. Kugilas aspal seakan aku lebih kuat, menyela puluhan kendaraan yang seperti raksasa. Rasanya aku menjadi kurcaci kecil yang berlari diantara kaki mereka yang bergerak lamban, tapi sekali langkahnya bisa sangat jauh melampauiku.
Aku tak lagi berani menembus udara, tuan ketakutan terkadang mengejutkanku dari belakang, samping dan depan kendaraanku. Ya, sudah hampir sebulan tapi ia belum pergi, sungguh menyebalkan. Kadang aku coba melawannya tapi ia masih saja menang. Seperti semalam pun alasanku ketika melewati jalanan yang lama tak kutemui adalah agar aku menang melawannya.
Tuan ketakutan sebenarnya berteman dengan prasangka, aku juga berteman dengan prasangka. Dan sebenarnya prasangka inilah penyebab permusuhanku dengan si tuan. Ia bisa bersikap jadi terlalu baik atau kadang terlalu buruk. Mungkin akulah yang harus membuatnya jadi baik bukan terlalu baik atau bahkan jadi jahat.
Tapi mungkin memang belum saatnya bagiku untuk menang, tunggu saja ketika aku sudah berteman dengan waktu, bersamanya aku akan mengalahkan si tuan ketakutan.

Surabaya, 15 November 2015

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

AsalAsalArt

Asal gak asal-asalan

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

desember tiga

Hujan di kaca-kaca, hujan di kota-kota. Hujan bagai peluru, kadang bising kadang bisu.

Hanya Pelangi

bias warna Ilahi pada gerimis kehidupan

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Memorabilia

Kita tidak diberikan kekuasaan untuk mengabadikan segela sesuatu, tapi kita memiliki kemampuan untuk menata semua. Tidak apa meski tak selamanya.

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Tulisan, Pikiran, Simpanan.

Dari hati turun ke jari. Kadang lewat otak, lebih sering tidak.