Aku punya banyak cerita bersama hujan. Aku sering berlari bersamanya,kadang berdansa dan menari dibawah tangannya.

image

Sore kemarin kelasku mendapatkan bonus luar biasa kuliah dari dosen, kami menjadi kelas yang terakhir membuka pintu keluar hari itu. Kami keluar ketika matahari bersiap pergi dengan jejak kemerahannya. Aku menghela nafas panjang sembari melangkah menuju selasar kampus,menemui temanku yang sedang menunggu. “Ah, iya memang banyak yang harus dikerjakan”, aku membatin dalam hati lalu tersenyum seolah tak ada lagi tanggung jawab di pundakku, berusaha berbaik sangka pada kapasitas diri.

Aku duduk disebelah temanku itu, bercengkerama sejenak sambil mengolok teman lain sebagai objek guyonan kami sore itu. Gelegar tawa melambung tinggi di atas kami, gaungnya berlarian cepat, memantul di dinding kelas. Setidaknya tawa dengan mereka selalu bisa membuatku bahagia,bahagia yang sederhana.

Aku menemui temanku yang lain, meniti setapak kecil ke halaman tengah kampus, dan duduk diatas papan kayu. Aku mendengarkan percakapannya dengan beberapa teman lain lalu mengalihkan mataku karena bosan mendengar topik pembicaraan mereka. Ketika itu aku bertatapan dengan langit, kini wajahnya telah gelap siap menurunkan jutaan rejeki dari Sang Maha Kaya.

Tak lama hujan benar-benar turun, dengan deras, dan suaranya yang lirih berdendang. Tangan-tanganya berusaha menggayuh kami, hanya saja kami tak ingin bermain dengannya dan berusaha sejauh mungkin dari jangka tangannya. Tapi aku ingin bermain dengannya, jadi kuputuskan untuk meraih tangan, merasakan setiap tetesannya di telapak tanganku. Teringat akan semua yang telah ia lakukan denganku. Ah,bukankah hujan selalu baik?

Ya,hujan selalu baik. Kita yang terlalu sering menghujatnya, menyalahkannya karena datang ditengah tanggung jawab kita yang menumpuk. Kita yang menyalahkannya atas apa yang sebenarnya kita buat sendiri.

Tapi bukankah ia selalu baik? Ketika ia datang bukankah keluhan akan panas terik jadi hilang? Ketika ia datang, bukankah para tumbuhan ikut senang? Ketika ia datang, bukankah itu artinya Tuhan tengah menanti doa kita?  Ya,hujan selalu baik.

Bukankah kita tak pernah tahu kapan datangnya hujan,
kita tak pernah tahu apa yang kita lakukan saat ia datang,
kita tak pernah tahu kapan ia reda,
kita tak pernah tahu cerita apa yang datang bersamanya,
dan aku tak pernah tahu doa apa yang kau  panjatkan ketika hujan.

Surabaya,18 Februari 2016

Advertisements