3 tahun lalu aku seringkali merasa umurku tak akan panjang, serasa maut sudah begitu dekat. Entah apa yang membuat bayang itu sungguh kuat, menjadi ketakutan yang kupendam sendiri apalagi ketika mimpiku pun seakan menyapa maut.
Sekarang ketakutan itu tak begitu sering singgah, tapi aku masih sering berfikir, apa yg terjadi jika aku mati hari ini? Apakah alam setelah dunia akan lebih nyaman bagiku?
Bagaimana kehidupan orang-orang yang kukenal tanpaku?
Apakah mamaku merindukan sebuah mimpi bertemu denganku? Apakah teman-temanku akan menangisi kepergianku? Akankah orang yang kukenal merasa kehilangan?
Mungkinkah ada yang merasa lebih bahagia hidupnya tanpa kehadiranku?
Siapakah orang yang mengenang waktu bersamaku?
Apakah mereka membutuhkanku untuk membantu mereka?
Apakah ada diantara mereka yg menggantungkan sesuatu padaku sehingga mereka tak lagi dapat mengerjakannya setelah aku mati?
Sifatku seperti apa yang akan jadi bahan pembicaraan mereka?
Atau adakah benda benda yg mengingatkan mereka padaku? Mana yg lebih banyak, duka atau tawa?
Hanya Allah yang tahu jawaban semua pertanyaan itu tapi semua jawaban itu masih bisa dirubah sekarang.

Rumah, 21 Februari 2016

Advertisements