Aku yang masih saja mengulang kesalahan yang sama dengan sadar.
Aku yang masih saja tak segera mengubah perilaku buruk itu.
Aku yang masih saja mencari pembenaran dibalik kata “proses”.
Aku yang masih saja menganggap santai di waktu luang sebagai “hadiah” bagi diriku sendiri.
Aku yang masih saja membiarkan waktu berputar tanpa berbuat apa-apa.
Aku yang masih saja bahagia di tengah saudaraku yang lain mungkin tengah menangis.
Aku yang masih saja menikmati harta seolah rejeki datang tanpa usaha.
Aku yang masih saja membiarkan kesalahan terjadi dengan bebas di sekitarku.
Aku yang masih saja memilih diam ketika sudah tak menyukai sesuatu.
Aku yang masih saja penuh dengan angan dan cita cita tanpa usaha yang sebanding.

Aku yang masih saja seperti itu, tak berubah banyak dari dulu. Memangnya butuh berapa lama waktu bagiku untuk menjadi sosok ideal. Dan kapan memang aku bisa benar benar tegas pada diriku sendiri. Kenapa pula aku harus penuh ketakutan yang kuciptalan sendiri. Kenapa aku tak bisa keluar dari kotak sempit yang mengurungku ini?

Apa aku masih saja menunggu waktu? Tidak, waktu terus berjalan, akulah yang harus mengejarnya.
Kapan aku memulainya kalo tidak sekarang?

Surabaya, 25 Maret 2016

Advertisements