image

Seberapa sering kamu memandang langit? Ataukah selama ini kamu hanya melihat jalanan lengang? Atau jajaran kendaraan berbaris rapi menggilas jalan? Atau dinding dan jendela bangunan di sekelilingmu? Atau mungkin kau hanya memandangi batang pohon yang tegak dengan buah yang kau tunggu kapan masaknya?

Coba sesekali dongakkan kepalamu keatas, menantang langit yang membentang di seluruh bumi. Lihat bagaimana ia amat luas hingga ujung-ujungnya tak pernah kau temui. Langit yang sama yang kau lihat dimana saja kau pergi, meski tak selalu terlihat sama di satu tempat.

Langit dengan arakan awan putih membawa rasa kelembutan dan penuh kenyamanan.
Langit yang penuh bintang membawa berjuta harapan ditengah kegelapan.
Langit kelabu yang seolah menyedihkan membawa berjuta harta yang tak ternilai oleh lembaran rupiah.

Aku tengah bosan pada rutinitasku sehari-hari, dan itu membuatku bekerja ketika terpaksa dan ingin berada di jalan lebih lama, sambil sesekali memandang langit, menikmati keramahannya yang tak pernah membosankan.

Langit menghiburku dengan warnanya yang berubah setiap waktu, kadang biru muda, kadang hitam legam, dan kadang jingga kemerahan.
Langit menghiburku dengan gemantung hiasannya, entah itu awan putih, taburan bintang, atau tetesan hujan.
Langit menghiburku dengan mengingatkan pada jutaan mimpi gila itu, karena langit seperti mimpi, besar seolah tak terbatas dan tempatnya yang jauh diatas sehingga amat susah mencapainya .

Surabaya,3 April 2016

Advertisements