Belum lama ini seorang sahabat sekaligus partner di organisasi menulis di blognya

Dan komentar yang saya keluarkan hanyalah protes.
“Kucluk-kucluk, apaan nih?”
“Itu suara sepatumu kalo jalan”
“Kucluk itu kata kotor di Bahasa Jawa”

“Ih, kok tentang aku paling pendek”
“Itu di draft paling panjang, tapi yang dipost pendek biar gak terlalu romantis”
“Aduh sayang kamu cewek”

Ya hanya sebagian kecil omongan ringan yang sering kali kami lontarkan. Tak lama lagi perjuangan bersama tujuh orang ini akan berganti. Entah bagaimana kami membuat akhir dari kesan itu, karena setiap kesan yang ada bisa berubah kapan saja.

Surabaya, 12 April 2016

Advertisements