Apa yang kau pikirkan ketika hujan turun? Ketika gemercik airnya menghantam atap rumahmu dengan keras, menimbulkan kebisingan. Ketika kau harus mengangkat jemuran dan menunggunya kering lebih lama. Ketika perutmu jadi terasa lebih lapar dan ingin menyantap sesuatu yang berkuah panas. Ketika meringkuk di dalam selimut dan mata yang terasa amat berat adalah kegiatan paling tepat. Ketika halaman rumahmu tergenang air dan dedaunan dibasahi bulir hujan.
Apa yang kau pikirkan ketika panas terik matahari? Ketika rasanya tak ingin keluar rumah atau ruangan berAC. Ketika es krim menjadi menu yang ingin kau santap meski itu pun akan cepat leleh. Ketika keringat begitu cepat membasahi tubuhmu padahal baru saja kau selesai mandi. Ketika tanaman di rumahmu jadi kering dan terpaksa kau harus menyiramnya setiap hari.

Apa yang kau pikirkan ketika pagi datang? Ketika ayam berkokok atau alarm nyaring membangunkanmu. Ketika kau harus membuka mata melawan kantuk yang teramat sangat. Ketika mimpi indahmu malam itu seketika berakhir. Ketika berbagai tugas hari itu membuatmu harus segera beranjak. Ketika mungkin perutmu yang lapar tapi tak mendapati makanan yang bisa disantap. Ketika garis-garis cahaya matahari mulai terlihat menyilaukan.

Apa yang kau pikirkan ketika malam datang? Ketika keheningan datang menyergap kehidupanmu. Ketika gelap membuatmu repot untuk menyalakan lampu. Ketika semua pekerjaan harus segera diakhiri sebelum itu selesai. Ketika perlahan kelopak matamu menutup tanpa kau sadari. Ketika semua akibat dari aktivitasmu hari ini,lelahnya baru kau rasa. Ketika angan akan esok hari menjadi tuntutan berat untuk sekedar melewati malam.

Apa yang kau pikirkan ketika waktu selalu berubah dan menyebalkan untuk sekedar dilalui padahal ia tak salah apa-apa. Waktu hanya berjalan dan berubah sebagaimana ia seharusnya, sebagaimana ia diciptakan. Waktu itu ada, tapi tak melakuman apa apa, tak menyenangkan atau menyebalkan, tak juga baik atau buruk. Waktu tak ubahnya sebuah hal tak berwujud yang besar pengaruhnya mengusik hidup kita. Waktu yang selalu berputar membawa hidup kita, sebagaimana hati yang amat mudah terbolak balik. Ya,waktu seperti hati, menciptakan rasa yang cepat berubah padahal ia tak berbuat apa apa.

Lalu apa yang kau pikirkan tentangnya, tentang hati?

Apa yang kau pikirkan ketika patah hati. Ketika yang awalnya menyenangkan jadi menyebalkan. Ketika apa yang kamu harapkan runtuh begitu saja. Ketika apa yang kau inginkan harus dipendam dalam diam. Ketika perlahan hati sesak oleh kesedihan yaang membuncah.

Apa yang kau pikirkan ketika jatuh cinta. Ketika pikiranmu melayang-layang penuh angan. Ketika wajah keindahan senantiasa terbayang di depan mata. Ketika senyum menjadi satu satunya ekspresi yang kau ukirkan. Ketika segala hal yang terjadi seolah tanpa masalah. Ketika setiap perubahan adalah cara terbaik. Ketika setiap saat menjadi waktu yang menyenangkan.

Apa yang kau pikirkan ketika semua waktu seolah terlihat buruk. Namun ketika jatuh cinta bukankah semuanya nampak indah? Andai saja kita selalu bisa jatuh cinta. Kadang kita saja yang membuat cinta tak hadir disana, kita yang membuat hal-hal yang amat sederhana menjadi rumit, kita yang membuat cinta yang amat dekat terasa jauh. Padahal cinta itu banyak, cinta itu dekat, cinta itu sederhana, seperti apa yang hatimu pikirkan.

Surabaya, 27 Juli 2016

Advertisements