Source: maulidayana.blogspot.com

Mana yang kamu pilih, marah atau sedih? Setiap langkah dan waktumu kia penuh masalah dan semakin rumit untuk diuraikan, bagai jaringan benangnya yang mengikat tubuhnya sendiri. Hal-hal menyebalkan yang selalu saja datang bergantian satu dengan lainnya, membuat hidup terlalu susah untuk ditertawakan. Lalu ketika semua sudah berada pada klimaksnya mungkin manusia hanya pasrah karena sudah amat buruk perasaannya. Entah bagaimana kita mengekspresikannya, entah marah, entah sedih.
Lalu mana yang kamu pilih, marah atau sedih?
Apakah marah? Emosi yg menumpuk itu yang telah mendesak di dada kau luapkan dengan teriakan,makian atau hanya dengan diam bersama hati yang memendam?

Lalu mana yang kau pilih, marah atau sedih?
Apakah sedih? Rasa tak bahagia berarti sedih bukan? Kemudian kau akan menekuk wajahmu, menurunkan bibir dan matamu ditambah kucuran air mata yang selama ini kau tahan akhirnya mengalir deras.

Itulah manusia, telah jadi hakikatnya bahwa kita memiliki berbagai rasa. Termasuk rasa tak bahagia dan bukan hanya sekali terjadi lalu kian sering semakin kita tua.

Jadi apakah yang kamu pilih? Marah atau sedih?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].
Sumber: https://almanhaj.or.id/3518-jangan-marah-kamu-akan-masuk-surga.html

 

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran: 139).
Sumber: https://muslim.or.id/26272-janganlah-bersedih.html

6 Februari 2016

Advertisements