Jalan disini bukanlah jalan yang biasa kulalui, bahkan lebih tepatnya belum pernah. Udara siang dan malamnya memang masih terasa sama, tapi tempatnya tak sama, pun suasana dan cara-cara hidupnya. Aku tengah berada di tanah yang pertama kali kuinjak, dengan banyak manusia bersamaku, membuat perjalanan ini luar biasa ramainya. Dimanapun kami berhenti akan ada keriuhan sekejap, hening sesaat lalu ramai lagi, tapi kadang masih saja bagiku rasanya sepi.
Mungkin karena sejauh apapun perjalanan adalah hati yang menentukan kenyamanannya. Dari awal aku sudah tak menaruh ekspektasi besar akan kebahagiaan dalam perjalanan ini karena aku tak ingin kecewa, dan ingin bahagia hanya dengan kenangannya saja. Aku mempersiapkan semua sebaik mungkin, termasuk hati ini, agar jauhnya tak semakin berjarak, dan dekatnya bisa kian mesra. Lagi pula dalam sebuah perjalanan akan terbongkar segala sifat asli mereka yang belum ku ketahui dan mungkin itu akan sangat menyebalkan dan mengganggu mood ku seharian penuh. Aku juga tak banyak berteman akrab dengan mereka, meski sebagian besar dari mereka selalu melepas tawa denganku. Ya,tapi aku sadar bahwa akrabnya hati tak bisa melalui tawa tapi malah melalui tangis, dan hanya satu dua yang kudengar tangisnya.

Mungkin pula karena aku ingin menemukan seorang yang bisa meraih tanganku untuk sekedar berkeliling kota, meski hanya berjalan kaki dengan uang seadanya. Aku ingin bersamamu malam ini, menyusuri waktu menghabiskan tawa. Tapi sampai sekarang akupun tak tahu siapa kamu,dimana kamu. Aku berharap bahwa siapapun kamu, kamu bisa disini bersamaku, hanya aku dan kamu. Aku berharap jalan-jalan ini tak begitu ramai oleh teman-temanku, bahkan pun oleh ramai penduduk sini yang kerap berlalu lalang. Atau jika saja kau tak meraih tanganku, mungkin cukup hanya melihat punggungmu, berjalan selangkah didepanku dan menunjukkan jalannya. Aku mungkin akan melemparimu dengan sedikit guyonan ringan, dan aku berharap kau tertawa. Pun bila kau hanya tersenyum begitupun tak apa asal itu adalah sama sama bahagia yang kita rasakan. Dan aku masih bertanya-tanya, kira-kira apa yang kamu pikirkan tentang malam ini, tentang perjalanan ini dan tentangku. Ah,aku ini terlalu banyak bertanya dan berharap sendiri, lalu terlalu takut untuk menghadapi, terlalu takut untuk jatuh lagi di jalanan yang baru ini.

Johor,31 Januari 2017