Kenapa kamu banyak memotret langit akhir-akhir ini?” tanyaku.

“Lagi seneng jalan trus suka liat keatas. Aku suka langit, karena dia selalu memberikan pemandangan yang berbeda tiap aku melihatnya”, jawabmu.

Setelah ia berkata seperti itu aku seketika melihat langit, memandangnya lebih lama. Ia benar, langit selalu berubah tiap aku melihatnya meski ditempat yang sama. Langit selalu memberikan kejutan kecil saat kita menemuinya, karena ia sudah berubah tak lagi sama dengan sebelumnya.

Tapi itu mungkin karena semua bergerak amat cepat tapi kita tidak menyadarinya, seperti setiap menit diatas kepala kita mungkin ada sebuah pesawat yang berlalu tanpa kita sadari. Atau lebih tinggi lagi, dilangit yang tak bisa kita jangkau, jutaan bintang tengah beredar dan beberapa diantaranya beradu membuat kehancuran.

Bisa jadi juga kita yang tak bergerak, sehingga melewatkan banyak hal. Bahkan hal yang besar dan tengah berjalan lambat di depan kita. Pernahkah suatu hari itu kamu amat lelah, bangun sesaat di pagi hari melihat sinar matahari masuk disela-sela jendela kamarmu, lalu tanpa sadar kamu tertidur dan bangun ketika tiba-tiba matahari yang kamu baru saja lihat sudah berada di sisi lain dan bersiap pergi lagi.
Langit selalu memberikan pemandangan berbeda tiap aku melihatnya. Seperti siang beberapa waktu lalu, ketika aku merasakan sungguh panasnya udara hari itu. Matahari amat terik, langit bersih dari awan. Aku pergi sejenak ke suatu ruang di kampus, mengeluarkan isi tas ranselku, lalu kembali memasukkan beberapa benda itu tak lama setelahnya. Aku keluar ruangan, menatap langit, ia sudah menunjukkan wajahnya yang lain. Langit mendung, hujan gerimis.

Surabaya, 12 Mei 2017

Advertisements