Mungkinkah wajar jika berbeda rasanya?

Berada pada lingkaran dimana kamu tumbuh didalamnya.

Dari kamu yang awalnya hanya satu titik kecil.

Yang perlahan tumbuh menjadi garis dari sebuah lingkaran.

Disanalah warnamu semula yang amat redup menjadi kiat pekat.
Mungkinkah wajar jika berbeda rasanya?

Jika kemudian kamu harus pergi.

Untuk bergabung dengan lingkaran warna lain.

Lingkaran dengan warna lain yang sama pekatnya.

Mungkin memang semestinya kamu menyesuaikan diri.

Seperti bunglon berubah warna menyesuaikan lingkungannya.

Perlahan memudarkan warna dan memekatkan warna barumu.
Mungkinkah wajar jika berbeda rasanya?

Jika aku bukan bunglon yang berubah secepat itu.

Waktuku mengubah warna amat lama dan selama itu selalu dipenuhi ketidaknyamanan.

Sesekali memilih untuk lebih baik selangkah mundur dari lingkaran, membuatnya tak lagi utuh.

Tapi nyatanya aku masih berusaha untuk bertahan.

Karena satu-satunya cara untuk tumbuh adalah bertahan dalam ketidaknyamanan.
Jadi wajarkah jika berbeda rasanya?
Nganjuk, 9 November 2017. 08.21

Di atas becak, sepanjang perjalanan menuju rumah.

Advertisements