Langit sudah amat gelap,sekitar 30 menit lagi matahari akan benar-benar menghilang. Rintik hujan terus menerus turun dari tadi siang. Aku berada di dalam sebuah kapsul berdinding kaca, dari dalam sini aku bisa melihat banyak hal. Dari rintik hujan yang membasahi kaca hingga wajah-wajah sosok manusia di luar sana. Lagu lama yang populer saat aku masih awal remaja mengiringi deru mesin ,dan gemericik angin yang mengenai atap kapsul ini. Ponselku sesekali bergetar, sebuah pesan dari teman yang belum lama kukenal, ia mengirim foto kita beberapa bulan lalu, “Kangen,” begitu katanya. Ah iya,sama, entah kenapa ak pun senang bisa mengenalnya, mengenal orang baru memang selalu menyenangkan, meski memang seringkali aku amat mudah menyimpulkan apakah aku cocok dengan orang itu dari pandangan pertama. 
Hujan itu tiba-tiba menjadi kian deras,membuat atapku seolah dipukul keras. Aku terdiam melihat yang ada di luar sana, betapa banyak orang diluar sana. Dan andai aku menjadi mereka, bagaimana ya kisahku? Aku sering berfikir, jika tiba-tiba aku terbangun dari tidur dan menjadi orang lain,sosok yang tak pernah kuduga sebelumnya. Bahkan mungkin jadi sosok yang amat aku benci sekarang ini? Bagaimana sudut pandangku ini? Apakah dengan menjadi sosok yg kubenci lantas aku membenci sosokku sekarang? Atau apakah ketika menjadi orang lain itu aku malah jadi lebih baik? Akankah lebih banyak yang mencintaiku? 

Entah, mungkin sekarang yang harus kulakukan hanyalah menjadi seperti ini, menjadi sosok yang dicintai oleh mereka yang mencintaiku.
Selepas perjalanan singkat bersama hujan dan berjuta wajah.

Surabaya, 11 Desember 2017.

Advertisements