Semalam mereka makan bersamaku, berkumpul di depan satu meja kayu besar berbentuk bundar. Kami duduk santai bersandar di kursi kayu dengan alas bantal empuk berwarna  hijau pupus yang khas. Meja kami berada di urutan nomor dua dari jendela, tepat di tengah ruangan cafe itu. Rasanya aku
Continue reading “Kemarin, Mereka”

Advertisements